Pemangkasan Kakao: Pangkas Bentuk, Pemeliharaan, dan Produksi
Ringkasan cepat: Kakao membutuhkan tiga jenis pemangkasan: pangkas bentuk saat muda untuk membentuk cabang utama, pangkas pemeliharaan (wiwilan) rutin untuk membuang tunas air, dan pangkas produksi untuk membuka tajuk dan menjaga tinggi pohon sekitar 3–4 meter. Tajuk yang terbuka membuat bunga lebih banyak, memudahkan panen, dan menurunkan serangan busuk buah serta PBK.
“Cara merawat kakao agar berbuah lebat” banyak dicari dari Sulawesi, sentra kakao terbesar Indonesia. Banyak kebun kakao rakyat tumbuh tinggi dan rimbun tanpa pemangkasan, sehingga produktivitasnya rendah dan penyakit merajalela.
Kenapa Kakao Harus Dipangkas?
- Bunga dan buah kakao muncul di batang dan cabang; cabang yang ternaungi jarang berbunga.
- Tajuk rapat membuat kebun lembap, disukai jamur busuk buah dan kanker batang.
- Pohon terlalu tinggi menyulitkan panen, sarungisasi, dan penyemprotan.
- Tunas air menyerap makanan tanpa menghasilkan buah.

1. Pangkas Bentuk
Dilakukan pada tanaman muda untuk membentuk kerangka pohon.
- Pertahankan 3–4 cabang primer yang tumbuh ke arah berbeda dan seimbang.
- Buang cabang yang terlalu rendah, lemah, atau saling bertumpuk.
- Pada kakao sambung pucuk, bentuk tajuk dari cabang hasil sambungan. Perawatannya dibahas di artikel kakao sambung pucuk.
2. Pangkas Pemeliharaan (Wiwilan)
- Buang tunas air (chupon) yang tumbuh tegak di batang dan cabang.
- Lakukan rutin setiap 2–4 minggu, saat tunas masih kecil dan mudah dipatahkan.
- Wiwilan ringan tetapi sering menjaga energi pohon tetap untuk buah.
3. Pangkas Produksi
- Buka bagian tengah tajuk agar cahaya masuk ke batang dan cabang.
- Buang cabang yang menggantung ke tanah, cabang sakit, dan cabang kering.
- Pertahankan tinggi pohon sekitar 3–4 meter.
- Waktu terbaik: awal dan akhir musim hujan, bukan saat puncak pembungaan.
4. Mengatur Naungan
Kakao dewasa membutuhkan naungan sebagian, tetapi pohon pelindung yang terlalu rimbun membuat kebun gelap dan lembap. Pangkas pohon pelindung menjelang musim hujan agar sinar matahari masuk sekitar separuh atau lebih.
Cara Memangkas yang Benar
- Gunakan gunting pangkas dan gergaji yang tajam dan bersih.
- Potong rapat di pangkal cabang, miring, tanpa merobek kulit.
- Olesi luka besar dengan pasta atau cat pelindung.
- Bawa keluar sisa pangkasan yang sakit; kulit buah busuk dan cabang sakit adalah sumber penyakit.
Pangkas dan Penyakit
| Masalah | Hubungan dengan pemangkasan |
|---|---|
| Busuk buah Phytophthora | Tajuk terbuka mengurangi kelembapan; lihat artikel busuk buah kakao |
| PBK (penggerek buah) | Pohon rendah memudahkan sarungisasi dan panen sering; lihat artikel PBK |
| VSD (vascular streak dieback) | Pangkas cabang bergejala beberapa cm di bawah bagian sakit |
Setelah Pemangkasan: Pupuk
Pemangkasan merangsang tunas dan bunga baru, sehingga pohon membutuhkan hara. Berikan pupuk kandang atau kompos di piringan tajuk dan NPK sesuai anjuran. Pembenah tanah seperti Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg dapat dicampur dengan NPK agar pupuk tidak mudah tercuci; ikuti takaran pada label. Dosis pupuk kakao per pohon dibahas di artikel pupuk kakao agar berbuah lebat.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg — pembenah tanah, membuat pupuk kimia lebih efisien
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Berapa tinggi ideal pohon kakao?
Umumnya dijaga sekitar 3–4 meter agar mudah dipanen, disarungkan, dan dirawat.
Bolehkah memangkas kakao saat berbunga?
Wiwilan tunas air boleh kapan saja. Pangkas produksi yang berat sebaiknya tidak dilakukan saat puncak pembungaan.
Rujukan
- Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia: panduan pemangkasan kakao.
- Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI: budidaya kakao berkelanjutan.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.
