Pupuk Sawit Lahan Gambut: Unsur Mikro dan Kemasaman
Ringkasan cepat: Sawit di lahan gambut membutuhkan perhatian khusus pada unsur mikro (tembaga, seng, boron), kemasaman yang tinggi, dan pengaturan tinggi muka air. Pupuk lebih mudah tercuci, sehingga pemberian lebih sering dengan dosis kecil dan penambahan pembenah tanah membantu efisiensi.
“Pupuk sawit untuk lahan gambut” termasuk saran pencarian untuk “pupuk sawit”, terutama dari Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah yang memiliki kebun sawit gambut luas.
Karakter Lahan Gambut
- Terbentuk dari timbunan bahan organik yang belum terurai sempurna.
- Sangat masam dan miskin unsur hara mineral.
- Daya ikat hara tertentu rendah sehingga pupuk mudah hilang.
- Mudah kering tak balik (tidak bisa menyerap air lagi) bila terlalu dikeringkan.
- Mudah terbakar saat kemarau panjang.
Unsur Mikro yang Sering Kurang
| Unsur | Gejala kekurangan pada sawit |
|---|---|
| Tembaga (Cu) | Daun muda pucat kekuningan dengan bintik, pelepah muda pendek dan kaku |
| Seng (Zn) | Daun muda kecil dan belang |
| Boron (B) | Anak daun keriput, pucuk seperti kail, tandan tidak sempurna |
Kekurangan unsur mikro sering disalahartikan sebagai kekurangan nitrogen. Menambah urea tidak akan memperbaiki gejala ini.

Prinsip Pemupukan Sawit Gambut
- Tambahkan unsur mikro sesuai rekomendasi, terutama tembaga dan seng, di samping NPK dan boron.
- Pemberian lebih sering dengan dosis per aplikasi lebih kecil agar tidak tercuci.
- Dolomit membantu mengurangi kemasaman dan menambah kalsium-magnesium.
- Asam humat membantu menahan kation hara di zona akar; takaran umum sekitar 1–2 kg per hektar per aplikasi dicampur pupuk, misalnya Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg.
- Waktu aplikasi saat tanah lembap dan air tidak menggenang.
Pengaturan Tinggi Muka Air
Air adalah faktor penentu di lahan gambut. Muka air yang terlalu dalam membuat gambut kering, mengerut, mudah terbakar, dan akar kekurangan air. Muka air yang terlalu dangkal membuat akar tergenang. Pintu air dan saluran perlu dikelola agar tinggi muka air stabil pada kisaran yang dianjurkan.
Contoh Pola Pemberian di Lahan Gambut
| Aspek | Tanah mineral | Lahan gambut |
|---|---|---|
| Frekuensi pupuk makro | Umumnya 2 kali setahun | Bisa dibagi lebih sering dengan dosis per aplikasi lebih kecil |
| Unsur mikro | Boron sesuai kebutuhan | Boron + tembaga + seng sesuai rekomendasi |
| Pembenah | Dolomit bila masam | Dolomit rutin, pembenah tanah untuk menahan kation |
| Air | Drainase standar | Pengaturan tinggi muka air sepanjang tahun |
Pembagian yang tepat sebaiknya didasarkan pada analisis daun, karena kebutuhan setiap blok gambut bisa berbeda tergantung ketebalan dan kematangan gambutnya.
Waspada Kebakaran di Musim Kemarau
Kemarau panjang tahun ini akibat El Niño meningkatkan risiko kebakaran lahan gambut. Jaga saluran tetap berisi air, bersihkan serasah kering di sekitar blok, dan jangan membakar sisa tanaman.
Pupuk Organik di Lahan Gambut
Meski gambut kaya bahan organik, pupuk organik matang seperti kompos tandan kosong tetap berguna untuk menambah hara dan mikroba bermanfaat. Hindari bahan organik mentah dalam jumlah besar yang dapat menjadi sarang kumbang tanduk.
Pola dosis sawit muda dibahas di panduan pupuk sawit TBM, dan waktu pemupukan di pemupukan sawit semester II.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg — pembenah tanah, membuat pupuk kimia lebih efisien
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Pupuk apa yang cocok untuk sawit di gambut?
NPK dan boron seperti biasa, ditambah unsur mikro tembaga dan seng, dolomit untuk kemasaman, dan pembenah tanah untuk efisiensi.
Kenapa daun sawit di gambut pucat meski sudah dipupuk urea?
Sering karena kekurangan unsur mikro seperti tembaga, bukan nitrogen.
Rujukan
- Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS): pengelolaan kelapa sawit di lahan gambut.
- Saran pencarian Google Indonesia, diolah tim Grha Indonesia Organik (September 2026).
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan