Daun Kopi Menguning: Diagnosa Kekurangan Unsur Hara
Ringkasan cepat: Daun kopi yang menguning perlu dilihat letak dan polanya. Kuning merata di daun tua mengarah ke kekurangan nitrogen; kuning di antara tulang daun tua ke magnesium; kuning di antara tulang daun muda ke besi atau mangan; tepi daun tua cokelat ke kalium. Namun kekeringan, akar rusak, dan buah terlalu lebat juga membuat daun kuning, sehingga periksa itu dulu sebelum menambah pupuk.
“Pupuk kopi daun kuning” dicari petani kopi, terutama setelah panen raya atau saat kemarau panjang. Prinsip diagnosa hara secara umum ada di panduan tanda kekurangan unsur hara.

Periksa Dulu Penyebab Non-Hara
- Kekeringan: daun kuning dan gugur merata saat kemarau.
- Akar rusak oleh nematoda atau jamur: tanaman merana meski dipupuk.
- Buah terlalu lebat: pohon kelelahan setelah panen raya.
- Karat daun: bercak kuning dengan serbuk oranye di balik daun; lihat artikel karat daun kopi.
Perbaikan
- Pupuk pemulihan setelah panen: pupuk kandang/kompos kulit kopi dan NPK; lihat artikel pupuk kopi setelah panen.
- Dolomit bila kekurangan magnesium atau tanah masam.
- Pupuk mikro sesuai gejala.
- Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg dicampur NPK agar hara lebih tersedia di tanah masam; takaran sesuai label.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg — pembenah tanah, membuat pupuk kimia lebih efisien
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kenapa daun kopi kuning setelah panen?
Pohon kehabisan cadangan hara setelah berbuah lebat. Pupuk pemulihan dan pemangkasan membantu pohon pulih.
Apakah daun kuning selalu perlu urea?
Tidak. Perhatikan polanya; kuning antar tulang daun biasanya bukan kekurangan nitrogen.
Rujukan
- Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia: gejala defisiensi hara pada kopi.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.
