Gratis ongkir se-Jawa belanja min. Rp300rb · Diskon ongkir Sumatera & Kalimantan

Belanja
Semua Produk Pupuk Organik Pupuk Hayati Booster Buah Insektisida Hayati Trichoderma Asam Humat
Bantuan
Cara Pesan Lacak Pesanan Bantuan Tips Tani
Kakao

Pupuk Kakao agar Berbuah Lebat: Dosis per Pohon per Tahun

Pupuk Kakao agar Berbuah Lebat: Dosis per Pohon per Tahun

Ringkasan cepat: Kakao menghasilkan dipupuk umumnya dua kali setahun, di awal dan akhir musim hujan, dengan kombinasi nitrogen, fosfor, kalium, dan magnesium ditambah bahan organik. Namun pupuk hanya efektif bila pemangkasan dan naungan diatur dengan baik. Kakao yang terlalu rimbun dan lembap cenderung banyak bunga tetapi sedikit buah jadi.

Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara adalah sentra kakao terbesar Indonesia. Pertanyaan yang paling banyak dicari pekebun: “pupuk kakao agar berbuah lebat”, “pupuk kakao umur 1 tahun”, “pupuk kakao musim kemarau”, dan “pupuk kakao subsidi”. Kakao juga termasuk komoditas yang berhak mendapat pupuk subsidi, termasuk NPK formula khusus.

Kebutuhan Hara Kakao

  • Nitrogen untuk pertumbuhan daun dan tunas (flush). Kelebihan membuat pohon terus bertunas dan menggugurkan buah muda.
  • Fosfor untuk akar, bunga, dan pembentukan buah.
  • Kalium untuk pengisian biji dan kekuatan buah.
  • Magnesium untuk daun; kekurangan membuat daun tua menguning.
  • Bahan organik untuk menjaga kelembapan tanah di musim kemarau.
Contoh pola pemupukan kakao menghasilkan
Contoh pola pemupukan kakao menghasilkan

Pola Pemupukan per Umur

Bibit dan tanaman muda (0–1 tahun)

Pupuk kandang di lubang tanam, lalu NPK dosis kecil yang ditabur melingkar sekitar 20–30 cm dari batang setiap 2–3 bulan. Beri naungan sementara, misalnya pisang atau gamal.

Tanaman belum menghasilkan (1–3 tahun)

Dosis dinaikkan bertahap mengikuti lebar tajuk. Pupuk diberikan 2–3 kali setahun di piringan sesuai sebaran akar.

Tanaman menghasilkan (3 tahun ke atas)

Pupuk dibagi dua kali setahun: awal musim hujan dan akhir musim hujan, saat tanah lembap. Tabel di atas memberikan contoh kisaran umum; dosis pasti mengikuti rekomendasi setempat dan kondisi tanah.

Cara Memupuk yang Benar

  1. Bersihkan piringan dari gulma dan serasah tebal.
  2. Buat alur melingkar dangkal atau tabur merata di bawah tajuk.
  3. Tutup dengan tanah tipis atau serasah agar tidak hanyut.
  4. Beri jarak sekitar dua minggu antara urea dan dolomit.
  5. Tambahkan asam humat saat memupuk untuk menahan hara di tanah; takaran umum sekitar 1–2 kg per hektar per aplikasi, atau sesuai label. Contohnya Asam Humat (Humic Acid) 1 Kg.

Pemangkasan: “Pupuk” yang Paling Murah

Kakao berbunga dan berbuah di batang dan cabang (kauliflori). Sinar matahari yang cukup di dalam tajuk merangsang bunga, sedangkan sirkulasi udara menekan penyakit busuk buah.

  • Pangkas bentuk pada tanaman muda: batasi tinggi sekitar 3–4 meter dan pertahankan 3–4 cabang primer.
  • Pangkas pemeliharaan: buang tunas air (wiwilan) secara rutin.
  • Pangkas produksi: kurangi cabang yang saling menutupi setelah panen raya.

Naungan yang Seimbang

Kakao butuh naungan, tetapi naungan terlalu rapat membuat buah sedikit dan penyakit meningkat. Pohon naungan tetap seperti gamal atau kelapa perlu dipangkas agar cahaya yang masuk cukup.

Cherelle Layu: Buah Muda yang Mengering

Buah kakao muda (cherelle) yang layu dan mengering adalah hal biasa sampai batas tertentu, karena pohon menyesuaikan jumlah buah dengan cadangan makanannya. Cherelle layu berlebihan sering dipicu oleh:

  • Kekurangan hara dan air, terutama di musim kemarau.
  • Terlalu banyak tunas baru akibat nitrogen berlebih.
  • Serangan hama penghisap seperti Helopeltis.

Musim Kemarau 2026

Dengan El Niño yang diprediksi bertahan sampai awal 2027, kebun kakao di Sulawesi perlu menjaga kelembapan tanah dengan mulsa serasah dan bahan organik, serta tidak memupuk saat tanah sangat kering. Pemupukan ditunda sampai hujan cukup membasahi tanah.

Menjelang hujan, waspadai penyakit busuk buah; baca pencegahan busuk buah kakao menjelang musim hujan.

Produk Grha Indonesia Organik yang relevan

Tanya admin via WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Pupuk kakao agar berbuah lebat apa?

NPK seimbang dengan kalium dan magnesium yang cukup, ditambah bahan organik. Hasil lebat juga ditentukan pemangkasan, naungan, dan pengendalian hama-penyakit.

Pupuk kakao umur 1 tahun berapa banyak?

Dosis kecil yang dinaikkan bertahap setiap 2–3 bulan. Mulailah dari takaran rendah dan amati pertumbuhan tunas baru.

Apakah kakao boleh dipupuk saat berbuah?

Boleh, asalkan tanah lembap dan pupuk tidak didominasi nitrogen. Kalium membantu pengisian biji.

Rujukan

  • Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia: pedoman teknis budidaya dan pemupukan kakao.
  • Kementerian Pertanian RI: ketentuan pupuk bersubsidi untuk komoditas kakao.
  • Saran pencarian Google dan YouTube Indonesia, diolah tim Grha Indonesia Organik (September 2026).

Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Kami
CS Annisa — Grha Organik Biasanya menjawab seketika

Jawaban otomatis. Untuk hal khusus, admin kami siap membantu lewat WhatsApp.