Cara Menanam Lada: Tiang Panjat Hidup atau Tiang Mati?
Ringkasan cepat: Lada adalah tanaman memanjat yang membutuhkan tiang panjat. Tiang hidup seperti gamal atau dadap lebih murah dan memberi naungan serta bahan organik, tetapi bersaing hara dan harus dipangkas rutin. Tiang mati seperti kayu keras atau beton lebih mahal di awal, tetapi tidak bersaing hara dan umumnya membuat lada lebih cepat berbuah pada sistem intensif. Apa pun tiangnya, kunci budidaya lada adalah setek sehat, drainase baik, dan pencegahan busuk pangkal batang.
“Cara menanam lada yang baik dan benar” banyak dicari dari Bangka Belitung dan Lampung, dua sentra lada terbesar Indonesia yang terkenal dengan lada putih Muntok dan lada hitam Lampung.
Memilih Bahan Tanam
- Gunakan setek sulur panjat dari tanaman induk yang sehat dan produktif.
- Pilih varietas anjuran setempat.
- Semai setek di polybag dengan media bersih bercampur Trichoderma sampai berakar kuat.
Tiang Panjat Hidup
- Tanam tiang hidup lebih dulu agar sudah cukup besar saat lada ditanam.
- Pangkas tiang secara rutin agar naungan tidak berlebihan dan tidak terlalu tinggi.
- Pangkasan daun gamal bisa dikembalikan ke piringan sebagai pupuk hijau.
Tiang Panjat Mati
- Kayu keras yang tahan lapuk atau tiang beton.
- Pastikan tiang tertanam kuat karena beban tanaman dewasa cukup berat.
- Kebun lebih terang; jaga kelembapan tanah dengan mulsa.

Menyiapkan Lahan dan Menanam
- Drainase: lada sangat peka genangan; buat parit dan gundukan tanam.
- Lubang tanam di dekat tiang, diisi tanah atas, pupuk kandang matang, dan Trichoderma sesuai label.
- Tanam setek dengan ruas-ruas menempel ke tiang.
- Ikat sulur ke tiang secara longgar.
- Naungan sementara untuk bibit muda di lahan terbuka.
Perawatan Awal
- Ikat sulur baru secara berkala agar terus memanjat.
- Pangkas sulur bawah pada waktu yang dianjurkan untuk membentuk tajuk.
- Siangi gulma di piringan tanpa melukai akar dan pangkal batang.
Musuh Utama: Busuk Pangkal Batang
Penyakit busuk pangkal batang (BPB) adalah penyebab kematian lada paling besar, terutama di musim hujan dan kebun yang becek. Pencegahannya dimulai sejak tanam: drainase, bahan tanam sehat, dan agen hayati di lubang tanam. Pembahasan lengkap ada di artikel busuk pangkal batang lada berikutnya.
Perbandingan Biaya dan Pengelolaan
| Aspek | Tiang hidup | Tiang mati |
|---|---|---|
| Biaya awal | Rendah | Tinggi |
| Tenaga pemeliharaan | Pangkas tiang rutin | Lebih sedikit |
| Kebutuhan pupuk | Lebih tinggi (berbagi dengan tiang) | Untuk lada saja |
| Iklim mikro | Lebih teduh & lembap | Lebih terang |
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- GMN Trichoderma (Fungisida Hayati) — pelindung akar dari layu fusarium & jamur tular tanah
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Lada mulai berbuah umur berapa?
Umumnya mulai berbuah setelah beberapa tahun, tergantung bahan tanam, tiang, dan perawatan.
Tiang hidup apa yang paling umum?
Gamal dan dadap termasuk yang banyak dipakai petani karena mudah diperbanyak dan tahan pangkas.
Rujukan
- Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Kementerian Pertanian RI: budidaya lada.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan