Metarizium untuk Kumbang Tanduk dan Uret di Kebun Kelapa dan Sawit
Ringkasan cepat: Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) merusak pucuk kelapa dan sawit, tetapi larvanya berkembang di bahan organik lapuk: batang tumbang, tumpukan tandan kosong, kompos, dan serbuk gergaji. Jamur Metarhizium diaplikasikan ke tempat berkembang biak itu untuk menginfeksi larva. Label GMN Metarhizium menganjurkan 100 gram per tangki 15–20 liter untuk sekitar 1.000 m². Padukan dengan perangkap feromon untuk kumbang dewasa dan sanitasi kebun.
“Metarhizium kumbang tanduk” dicari petani kelapa dan sawit, terutama di kebun peremajaan yang banyak batang tumbang. Serangan pada tanaman muda bisa mematikan titik tumbuh.
Kenali Serangan Kumbang Tanduk
- Pelepah muda terpotong berbentuk huruf V atau segitiga setelah membuka.
- Lubang gerekan di pangkal pelepah, kadang dengan serat bekas gerekan.
- Pada serangan berat, titik tumbuh rusak dan tanaman muda bisa mati.
Perangkap feromon dan cara pemantauan pada sawit dibahas di artikel kumbang tanduk sawit.
Tempat Berkembang Biak Larva
| Tempat | Keterangan |
|---|---|
| Batang kelapa/sawit tumbang | Terutama saat peremajaan |
| Tumpukan tandan kosong sawit | Bahan organik lembap dan hangat |
| Kompos dan pupuk kandang yang ditumpuk lama | Sering tidak disadari |
| Serbuk gergaji dan sampah organik | Di sekitar permukiman dan kebun |

Takaran dan Cara Aplikasi
- Takaran label: 100 g GMN Metarhizium per tangki 15–20 liter air untuk sekitar 1.000 m².
- Siramkan larutan ke tumpukan tandan kosong, batang lapuk, atau kompos hingga lembap.
- Untuk tumpukan besar, bongkar sebagian agar larutan masuk ke bagian dalam.
- Aplikasikan sore hari atau saat mendung.
- Ulangi berkala, terutama saat musim hujan ketika larva aktif.
Untuk Uret di Kebun Muda
Uret dari berbagai jenis kumbang juga merusak akar tanaman muda. Metarhizium dapat disiramkan ke piringan atau dicampur pupuk kandang yang ditabur di lubang tanam. Prinsip aplikasi sore hari dan tidak dicampur fungisida sama seperti dijelaskan di panduan Metarizium untuk wereng dan uret.
Program Terpadu
- Sanitasi: cacah atau benamkan batang tumbang, tutup dengan tanaman penutup tanah.
- Metarhizium di semua tempat berkembang biak yang tidak bisa dihilangkan.
- Perangkap feromon untuk menangkap kumbang dewasa.
- Pemantauan pucuk tanaman muda setiap bulan.
- Kait kumbang dari lubang gerekan pada serangan ringan.
Yang Membuat Aplikasi Gagal
- Tumpukan terlalu kering; jamur butuh kelembapan.
- Dicampur fungisida kimia.
- Produk disimpan di tempat panas.
- Hanya menyemprot tanaman, bukan tempat berkembang biak larva.
Kelapa: Serangan Pada Tanaman Muda dan Genjah
Kelapa genjah dan hibrida yang baru ditanam sangat rentan. Lindungi pucuk dengan pemantauan rutin, dan pastikan tidak ada tumpukan bahan organik lapuk di sekitar kebun. Pemupukan kelapa agar cepat berbuah dibahas di artikel pupuk kelapa berikutnya di situs ini.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- GMN Metarhizium — jamur entomopatogen untuk wereng, uret, kumbang, belalang
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah Metarhizium membunuh kumbang dewasa?
Metarhizium bisa menginfeksi kumbang dewasa, tetapi paling efektif untuk larva di tempat berkembang biak. Untuk kumbang dewasa, padukan dengan perangkap feromon.
Apakah tandan kosong sawit harus dihentikan pemakaiannya?
Tidak. Tandan kosong adalah sumber bahan organik yang baik. Sebarkan tipis di piringan, jangan ditumpuk tebal, dan beri Metarhizium bila perlu.
Rujukan
- Label GMN Metarhizium.
- Pusat Penelitian Kelapa Sawit dan Balai Penelitian Tanaman Palma: pengendalian hama Oryctes rhinoceros.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan